Gigi

“Aduh, sakit.” Eral mengeluh. “Iya,” Aral menjawab dengan mata masih tertuju pada layar ponselnya. Eral sebal. Dia mengaduh agar si Aral berpaling, dan bertanya apa yang sakit. Ternyata tidak. “Memangnya kamu tahu, apa yang sakit? Kamu saja nggak noleh gitu.” Eral mulai sedikit mengomel. “Gigimu kan, Sayang. Aku bisa tahu kok tanpa harus menoleh. Aku…

Suit

Romantika cinta kedua manusia itu sungguh lucu. Eral dengan tingkahnya yang sering di luar kodratnya sebagai wanita yang seharusnya anggun, cantik luar biasa, sering kali membuat Aral tak sanggup menahan tawa dan kebahagiaan jenis lain. Eral telah sering membuat ukiran senyuman, canda, tawa bagi lelahnya Aral seusai mereka telah menjadi Tuan dan Nyonya di istana…

Kamu dan Aku

Aku menyukai perempuan sepertimu. Eral, Kalau boleh jujur, kamu nggak cantik kalau secara umum, Ral. Nah, dari kamu yang nggak cantik bagi orang banyak, bagiku cantik luar biasa. Aku bisa meleleh kalau sudah di dekatmu. Tawamu, ceriamu, senyumanmu, rengekanmu, sekalipun manjamu aku sudah lama jatuh cinta. Eral, aku tahu. Masih banyak perempuan yang bisa lebih…

Pintu Kedua

Menjadi raja dan ratu sehari, begitu perumpamaan bagi kedua manusia yang tengah merasakan indahnya pesta pernikahan. Padahal, kalian semua harus tahu, perjuangan menuju fase itu yang Tuhan nilai. Seberapa sungguh-sungguhkah, manusia bernama Aral mau memperjuangkan perempuannya Eral kepada ayahandanya. Lalu seberapa kuatkah perasaan Eral mampu menguatkan mereka berdua melalui batin yang sabar dan ikhlas. Yaps!…

Cuma Aku

Aral, maafkan aku. Aku masih kurang. Kurang banyak hal untuk sebuah kesempurnaan, bahkan untuk mencapai standar yang baik, aku kurang segalanya. Yang sangat┬ásimple, aku kurang cantik. Banyak perempuan yang cantiknya meluber dan meluluhkan banyak hati para lelaki. Aku jelas bukan pada jalur itu. Atau sekedar baik hati. Jelas kekurangan adalah kelebihanku. Aku hanya mampu memanja,…

Jangan Bahagia

Boleh saja kamu menikmati masa kecilmu, tapi jangan sekali-sekali kamu mencoba bahagia. Boleh saja kamu tertawa dengan rekan-rekanmu yang luar biasa lucu, tapi jangan pernah bahagia. Boleh saja kamu memilih jalanmu seusai tamat dari sekolah, namun tetap saja jangan bahagia. Boleh saja kamu mengagumi seorang lelaki, entah aku, entah siapapun itu, namun jangan sampai kamu…

Meminta

Malam itu, ia tegap, tegas, raut wajahnya meyakinkan. Ia tak memandangku, hanya menunduk menelungkupkan kedua tangannya. Ia telah selesai mengakhiri sebuah pembicaraanyabg serius dengan seorang lelaki lima puluh tahunan. Ia meminta suatu hal. Putri kedua dari laki-laki yang ia ajak bicara. Putri Eral. Perempuan yang membuatnya sanggup berpaling dari perempuan-perempuan lainnya. Perempuan yang ia yakin…

Jenis Kagum

Aku lupa cara mengagumi seseorang dengan benar. Seingatku, aku hanya perlu bahagia saat ia datang, bersembunyi di balik tawaku yang girang, bersikap bisa saja. Aku juga sering menjadi aktor di belakang layar, layar punggungnya, menikmati setiap tingkahnya dari sisi yang tak terlihat. Namun, mengapa saat mengagumimu sikapku berbeda? Aku menjadi konyol, berani mengucap rindu, membayangkan…

Delapan Bulan

Kita telah berjalan, melangkah selama ini, Sayang. Telah banyak perubahan padaku, padamu juga. Aku semakin menaruh kagum, cinta, sayang, semuanya. Kamu? Kamu selalu tak pernah absen untuk mengungkapkan rasa rindumu yang berjubel-jubel padaku. Bagaimana aku bisa sebahagia ini, Sayang? Ini tentang masa delapan bulan kita, Mas. Masa dimana kita akan terus belajar bersyukur, bersabar, dan…

Tiga Hal

Aku jatuh cinta dengan perempuan ini. Dengan kelucuannya hingga tawanya yang menggemaskan. Atau sesekali tingkahnya yang membuatku berdecak kagum. Aku lebih jatuh cinta dengan perempuan ini. Dengan kedewasaannya di sela-sela banyaknya lingkungan yang mendukungnya menjadi kekanakan. Perempuan yang cukup tepat menjadi pelengkapku yang terkadang masih di bawah kata dewasa. Aku sangat jatuh cinta dengan perempuan…

Tahu Sambal

Saat kita berjarak seperti ini, kita tengah menumpuk cuap-cuap rindu. Kadang kentara dengan manja, kadang menghilang saat kita baik-baik saja. Aral, kemarin malam aku tertawa. Mengingat semua detil dari diri kita. Aku dan kamu diijinkan bahagia dengan ikatan ini sebab kita beda. Aku phobia bunga, kamu asyik-asyik aja dengan segala spesies bunga. Aku tak suka…

Surat Kuasa

Hai, Kak Aral. Lagi apa? Belajar Kimia? Semangat ya. ^^. Kakak tahu? Tuhan itu Maha Kuasa. Dia berkuasa atas seluruh alam. Lalu aku diciptakanNya juga mampu untuk berkuasa, apalagi menguasai hati. Kakak hatinya sedang dikuasai siapa? Eh.. Maaf salah gombal. Salam kenal, E. E? Eral? Jangan kentara begitu kalau mengagumiku. Hahaha. Kimia pelajaran asyik. Kudengar…